IELTS Listening: We are the Winner

Sebagaimana dikatakan oleh Sun Tzu

“The battle is won or lost before it’s ever fought”.

Peperangan sudah dimenangkan sebelum peperangan itu dimulai. Kok bisa, inilah penting persiapan dan strategi.

Jika diibaratkan test IELTS adalah sebuah peperangan, maka penguasaan medan, meliputi tipe soal dan sebagainya sudah harus kita kuasai. Agar kita bisa memenangkan peperangan itu, yakni nilai sesuai yang diharapkan.

Berikut beberapa tip listening IELTS dalam rangka kita menjadi pemenang:

  1. Format of the listening test
  • Listening Test di IELTS selama 30 menit dengan tambahan waktu 10 menit di akhir untuk memberikan kesempatan pada kita memindahkan kunci jawaban ke dalam lembar jawaban.

Terkadang kita perlu mencorat-coret kertas soal dengan jawaban-jawaban kita, bisa saja karena tidak yakin dengan jawaban itu atau sebab lainnya.

  • Tebagi ke dalam 4 sesi
  • Waktu terus berjalan, tidak mengenal apakah candidat (peserta test) siap atau tidak mengerjakan soal.
  • 10 pertanyaan dalam setiap sesi
  • Pertanyaan semakin sulit. Pertanyaan sesi dua lebih sulit dari sesi I, begitu seterusnya.
  • Jika sesi listening Anda menggunakan headphone, pastikan suaranya jelas terdengar.
  1. Key thing to understand
  • Jangan panik saat soal semakin sulit
  • Anda akan mendengar 2 orang bercakap atau 1 orang memberikan ceramah, kuliah dan lain-lain. Biasakanlah untuk berlatih listening dengan banyak model listening.
  • Spelling, tulislah jawaban Anda dengan kata-kata yang benar. Misalnya, jika jawabannya adalah WORLD tapi Anda menulisnya WORD, maka jawaban itu dianggap salah.
  • Setiap sesi akan dimulai candidat diberi kesempatan untuk melihat soal terlebih dahulu. Saat itulah kesempatan untuk mengira-ngira jawaban. Jadi, setelah listening dimulai kita bisa menebak poin-poin jawaban. Tapi ingat, waktu melihat soal-soal ini sangat terbatas, Anda harus melakukannya dengan cepat.
  • Gunakan 10 menit terakhir di akhir sesi, untuk memeriksa kembali jawaban Anda. Baik spelling atau pun grammarnya. Bila perlu lakukan cek dua kali.
  • Question type masing-masing sesi, atau dalam satu sesi, akan berbeda. Jadi, Anda harus betul-betul jeli. Misalnya, TRUE FALSE dan YES NO.
  1. Question Types
  • Multiple choice
  • Form completion
  • Note completion
  • Summary completion
  • Diagram labelling
  • Map labelling
  • Table completion
  • Form chart

Kita tidak tahu, mana question type yang akan kita hadapi pada saat tes. Jadi, sebelum pelaksanaan tes, kita harus sudah terbiasa dengan berbagai tipe pertanyaan itu.

Advertisements

IELTS Writing Task 1: Languge of Change

Agar rangkaian kata di dalam tulisan kita itu dinamis alias tidak monoton, maka diperlukan modifikasi atau perubahan kata dengan kata yang mempunyai arti yang sama.

Bingung ya… wkwkwkwk

Gini lho maksudnya, coba perhatikan kalimat berikut:

There was a gradual rise in the number of arrest

kita bisa mengubahnya menjadi:

The number of arrest rose gradually

atau (menyebutkan tahunnya)

1994 saw gradual rise in the number of arrest

Ini yang disebut The language of Change, artinya kita menghindari penggunaan kalimat yang sama untuk diulang-ulang. Model seperti ini akan sangat berguna saat kita menulis atau mendeskripsikan tabel, grafik, map, dll. Karena pengulangan kata dan kalimat sangat memungkinkan.

Berikut beberapa kata yang bisa kita jadikan acuan:

  1. Rose/increased steadily
  2. Rose/increased dramatically
  3. Rose/increased gradually
  4. Plunged to…
  5. Peaked at / reached a high of…
  6. Stood at
  7. Fluctuated
  8. Fell / dropped dramatically / sharply
  9. Reach a through of…
  10. Remained constant / unchanged / stable at…
  11. Hit a low of…

IELTS Preparation: Tentang Speaking

Speaking dibagi menjadi 3 bagian sekitar 11 –  15 menit

Sepengalaman penulis, examiner (penguji) speaking adalah orang yang memang bahasa sehari-harinya adalah bahasa Inggris alias foreigner. Tapi, tenang saja tidak usah kuatir, jika kita rajin berlatih insya Allah sesi ini akan dilewati dengan lancar.

Bagian 1: Examiner akan bertanya seputar diri Anda, nama, alamat, hobi dan lain-lain.

Bagian 1 ini hampir sama dengan percakapan-percakapan sehari-hari. Sekitar 4 – 5 menit. Setelah itu Anda akan diberi kesempatan untuk mempersiapkan clue-clue tentang topik yang diberikan oleh examiner, untuk kemudian Anda jelaskan pada speaking bagian 2.

Bagian 2: Berbicara (monolog) sekitar 2 menit, tentang topic yang dipilih dan dipersiapkan sebelumnya.

Pilihlah topik yang paling familiar untuk Anda, sehingga tidak kehilangan ide.

Bagian 3: Examiner akan bertanya seputar topik yang Anda jelaskan di bagian 2

Waktu pelaksanaan test speaking bisa pada hari yang sama dengan 3 test lainnya (listening, reading dan writing). Atau 1 sebelum/sesudahnya. Itu tergantung pengaturan jadwal panitia.

Ok, guys! Semoga bermanfaat. Silahkan komennya

 

IELTS Preparation: Tentang Writing

Writing di IELTS dibagi menjadi 2 sesi: Writing Task 1 dan Writing Task 2

Sedangkan poin-poin yang dinilai meliputi: Task Achievement, Coherence dan Cohesion, Lexical Resource, Grammatical Range and Accuracy.

Writing Task 1 berisi soal yang menjelaskan Line Graph, Bar Chart, Pie Chart, Table, Process, Diagram dan Map. Minimal 150 kata.

Tapi, tidak semua jenis di atas diujikan pada satu soal. Artinya hanya 1 jenis soal saja yang diberikan pada saat ujian. Kemudian jenis soal mana yang harus kita kuasai? Jawabannya adalah semuanya. Karena kita tidak tahu jenis soal mana yang diberikan pada kita pada saat ujian.

Writing Task 2 berisi satu pertanyaan atau persoalan yang harus kita jabarkan. Minimal 250 kata

Yang perlu diperhatikan di Writing Task 2 ini adalah Anda tidak dituntut mempunyai ide-ide cemerlang dan bagus dalam menjawab. Tapi yang dibutuhkan adalah seberapa jauh Anda menjawab sesuai dengan poin-poin yang ada dalam pertanyaan.

Pembagian waktu yang disarankan: 20 menit untuk Writing Task 1 dan 40 menit Writing Task 2.

IELTS Preparation: Tentang Reading

Reading di ujian IELTS berisi tentang soal-soal membaca dalam bahasa Inggris selama 60 menit atau satu jam. Terdapat tiga sesi dengan 40 soal.

Sesi 1: 1 passage dengan 13 soal

Seperti biasa, tingkat kesulitan di soal-soal dan tipe pertanyaan (type of question) di test IELTS, pertanyaan dengan kesulitan yang paling tinggi ada di akhir. Artinya sesi pertama lebih mudah dari sesi selanjutnya.

Sesi 2: Berisi 1 passage yang dibagi ke dalam beberapa paragraf dengan 13 soal

Soal dan type of questionnya lebih sulit dari sesi 2.

Sesi 3: 1 passage dengan 14 soal.

Jadi total pertanyaan/ soal di sesi reading berjumlah 40 soal.

Perhatian! Dalam sesi reading ini, ada beberapa skil yang harus dikuasai di luar skil bahasa Inggris. Misalnya kemampuan membaca cepat dan membaca detail. Makanya, kemampuan Skimming dan Scanning sangat dianjurkan untuk dikuasai. Insya Allah kita bahas pada sesi lain di serial artikel ini.

Ok, mungkin ini dulu penjabaran sekilas tentang reading di IELTS test. Monggo silahkan ditambahkan atau disempurnakan.

IELTS Preparation: Tentang Listening

IELTS Academic Modul: Content and Overview

Sebaiknya, sebelum belajar IELTS lebih lanjut kita mengetahui model ujian pada IELTS

LISTENING

Dilaksanakan selama 30 menit dengan penambahan waktu 10 menit di akhir section.

Terbagi ke dalam 4 section (sesi):

  • Sesi 1: Berisi percakapan tentang tema-tema sosial. Misalnya, perkacapakan di stasiun kereta api, booking acara sosial, konser dan lain-lain. Intinya percakapan yang ringan-ringan saja, yang terjadi pada kehidupan sehari-hari.

  • Sesi 2: Monolog. Biasanya ada 1 orang menjelaskan sesuatu. Misalnya, ada seorang guide mesium menjelaskan tentang aturan selama pengunjung berada di mesium tersebut. Atau bisa juga reporter yang radio membacakan berita, dll. Intinya, tingkat kesulitan di sesi 2 ini lebih tinggi dari sesi 1.

  • Sesi 3: Berisi percakapan / diskusi tentang satu topic. Bisa disukusi di dalam kelas, antara dosen dan mahasiswa. Atau bisa juga percapakan antar mahasiswa. Intinya, di section ini sudah bersifat akademis. Bukan percakapan sehari-hari seperti di sesi 1.

  • Section 4: Tentunya section ini yang paling sulit dari 3 section sebelumnya. Selain materi diskusi diambil dari materi-materi di dunia akademis, sesi ini butuh perhatian lebih karena materinya materi-materi di perkuliahan.

Insya Allah di artikel selanjutnya kita akan membahas tentang Sesi Reading. Jika pada tulisan saya ini dirasa ada yang kurang paham, atau ada koreksi, mohon berkenan untuk komentar.

 

Tips Seputar Belajar Bahasa Asing

Jika ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, misalnya S2 dan S3, dibutuhkan penguasaan bahasa asing untuk memperlancar aktivitas selama studi berlangsung. Tidak hanya perguruan tinggi luar negeri (LN) yang mensyaratkan penguasaan bahasa asing, banyak kampus-kampus dalam negeri melakukan hal yang sama, walaupun skor-nya tidak setinggi di LN.

Oleh karena itu, jika kita ada keinginan melanjutkan kuliah maka belajar bahasa asing menjadi suatu keniscayaan. Terutama belajar bahasa Inggris.

Mengapa penguasaan bahasa dbutuhkan?

Bahasa merupakan alat komunikasi. Proses belajar adalah transformasi ilmu pengetahuan melalui proses komunikasi. Baik dilakukan melalui tek, seperti surat, dokumen, dll. Juga dilakukan secara langsung melalui percakapan atau diskusi.

Kuliah di luar negeri tentunya akan berkomunikasi dengan orang yang tidak mempunyai bahasa yang sama dengan bahasa nasional kita. Dibutuhkan bahasa yang berstandart internasional: Inggris, Arab, Prancis, Mandarin, dll.

Akant tetapi bahasa Inggris menjadi bahasa komunikasi internasional nomer satu, disusul bahasa Arab dan lainnya.

Dari mana memulai belajar bahasa?

Pertama, harus dilihat dulu tujuannya untuk apa. Jika untuk melanjutkan kuliah, maka harus tahu negara tujuannya. Untuk IELTS (International English Language Testing System), biasanya digunakan di negara Inggris, New Zealand, Kanada. Untuk TOEFL, digunakan di banyak negara, terutama Amerika.

So, tentukan dulu tujuannya.

Dari mana harus memulai?

Mulailah dari sesuatu yang paling memungkinkan. Jika ada kesempatan untuk langsung ikut kursus, itu lebih baik. Karena cara belajar kita akan lebih terstruktur. Akan tetapi, kita pun bisa melakukannya sendiri alias belajar otodidak. Banyak sumber-sumber belajar di internet. Baik yang gratis ataupu berbayar. Salah satu cara belajar otodidak coba lihat di sini.

Manajemen waktu

Kita harus merencanakan semua proses perkuliahan itu dalam time table. Artinya harus ada rencana yang jelas. Terutama disesuaikan dengan waktu pendaftaran kampus yang dituju. Kebanyakan orang melakukannya persiapan bahasa saat pendaftaran sudah mulai ditutup. Hal ini sangat disarankan.

 

Belajar IELTS Gratis

Assalamualaikum Wr. Wb.

Hallo teman-teman semua, tetap semangat ya belajar IELTS-nya. Semoga sukses sesuai dengan keinginan.

Kali ini saya akan share beberapa tempat untuk belajar IELTS secara online. Terutama yang gratis… Hehehe.

Pertama IELTS ONLINE TEST, untuk berkunjung ke web ini silahkan klik link IELTS ONLINE TEST. Di web ini kita bisa latihan soal-soal IETLS. Kalau dulu, awal-awal web ini mencul, disediakan latihan online versi Cambridge 1 sampai 12. Tapi, tampaknya belakangan ini sudah diganti dengan soal-soal test IELTS terbaru. Untuk lebih jelasnya langsung saja ke TKP hehehe.

Selanjutnya tidak kalah keren kita langsung belajar ke BBC LEARNING ENGLISH. Walaupun di beberapa tutorial saya baca IELTS itu tidak hanya British English, tapi tetap saja negara-negara yang mensyaratkan IELTS sebagai syarat, baik untuk kebutuhan akademik atau visa, kebanyakan negara-negara persemakmuran Inggris.

Tentu BBC LEARNING ENGLISH adalah tempat yang cocok untuk mengembangkan skil bahasa Inggris kita.

Selanjutnya, bagi Anda yang punya koneksi internet stabil untuk download video, berikut ada beberapa link channel youtube yang bisa kita gunakan untuk belajar IELTS.

Link Pertama

Link Kedua

Insya Allah akan saya update link-link tempat belajar lainnya. Semoga bermanfaat yaaaa

Tutorial Access Bagian 6: Cara Lain Membuat Form

Setelah sebelumnya praktek membuat Form dengan Tombol Form dan Form Wizard, kali ini kita akan belajar tentang cara lain membuat form di Access 2007.

Untuk mudahnya dalam praktek, alangkah baiknya Anda sudah menyediakan tabel untuk dimasukkan ke dalam form.

Klik Form Design. Lihat Gambar 6.1.

1

Gambar 6.1: Menu Form Design

Akan muncul halam form kosong yang tidak ada desainnya sama sekali. Form kosong ini ibarat kertas putih yang diberikan pada Anda untuk dilukis Selengkapnya….>

Tutorial Access Bagian 5: Membuat Form dengan Form Wizard

Ada beberapa tutorial sebelumnya yang merupakan awalan dari tutorial ini. Yaitu tutorial tentang: Pembuatan Database, Desain Table, Table Relationship dan Membuat Form dengan Tombol Form.

Ok kita langsung mulai praktek kali ini, yakni bagaimana cara membuat form dengan Form Wizard.

Pastikan sudah terdapat tabel untuk dijadikan form. Labih baik jika sudah ada beberapa baris data di dalamnya.

Klik menu Form Wizard pada tab Create, lihat Gambar 5.1.

1

Gambar 5.1: Memiliha Form Wizard

Langkah selajutnya, pilih Selengkapnya….>