Kita Tidak Butuh Syari’ah (1)

All Road Lead to Rome… Kurang lebih artinya “Banyak jalan menuju Roma”. Ketika kita menuju satu tujuan, tidak hanya bisa meleawti satu jalan. Melainkan banyak jalan-jalan berbeda namun punya tujuan yang sama. Demikian juga dengan beragama, meskipun menurut sebagian orang hanya jalannya yang ditempuh itu adalaha yang terbaik bagi dia mungkin bagi orang lain itu jalan yang salah dan sesat.
Jangankan antar agama, pemeluk agama yang sama sekalipun akan saling menyalahkan ketika punya cara pandang yang berbeda.
Dalam kesmpatan ini sedikit saya akan sharing tentang beberapa perbedaan jalan dalam islam. Hanya sekeda r pandangan yang mungkin bisa benar menurut sebagian orang atau bisa sangat salah bagi lainnya.
Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa syariat merupakan hal penting dalam agama Islam. Karena disinilah aktivitas dan perilaku serta karakter seorang muslim dibentuk. Syariat seperti halnya denyut jantung dan hembusan nafas dalam beragama. Sedangkan hatinya adalah keimanan dan ketakwaan kita pada Allah.
Nilai keberagamaan seseorang diawali dengan iman. Iman ini menjadi pangkal dalam sebuah agama. Karena keimanan akan otomatically terkejawantahkan dalam perilaku kehidupan. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa: Iman adalah pembenaran di hati. Di ikrarkan dengan lisan dan diamalkan dalam perbuatan… jadi keimanan itu tidak cukup dengan pembenaran, akan tetapi harus ada tindakan nyata dalam implementasi kehidupan.
Sekarang coba kita ulas tentang aliran yang tidak menggunakan syariat.
Beberapa hari yang lalu saya kebetulan banyak diskusi dengan salah seorang tokoh kharismatik dan punya khazanah yang luas dalam pengetahuan agama. Lama kami berdiskusi, yang saya rasakan beliau begitu mantap keimanannya, termasuk juga dalam pemabahasan mengenai tanggung jawab agama dalam individu dan social. Bahwasanya seorang muslim sejati tidak hanya mampu menguasai kesalehan individu dia-pun harus menguasai kesalehan social. Karena sesuai dengan sabda nabi “Manusia terbaik adalah dia yang bermanfat buat orang lain”.
Tapi hal yang mengganjal dihati, ketika beliau membahas tentang syariah…??? (to be Continued)

About Light 4 All

Berbagi untuk Bersama

Posted on September 26, 2009, in Tidak Butuh Syariah. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Memberikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s