Perjalanan Pagi 4

Pagi ini cerah, mentari yang biasanya jam 06.00 masih malu menampakkan diri, hari begitu cemerlang, indah bersinar. Aroma dingin, tidak lagi menusuk tulang. Cerah, cemerlang, indah. Itulah kesan pertama pagi ini. Memang, suasana hati dalam mengawali sebuah aktifitas sangat berpengaruh pada kualitas aktifitas tersebut. Itulah salah-satu alasan, mungkin ya.. Mengapa dipagi hari, saat akan mengawali aktifitas diawali dengan sholat shubuh. Sholat, bagi sebagian orang lain dianggap sebagai beban kewajiban. Pola pikir yang muncul, tidak sholat akan di denda, berdosa, ujung-ujungnya masuk neraka. Jadi teringat lirik lagunya Chrisye: Jika Surga dan Neraka tidak pernah ada, masihkah kau sujud pada-Nya,masihkah kau menyebut nama-Nya? Sungguh indah lirik lagu itu. Sebuah pertanyaan ketulusan dari sebuah penghambaan pada yang Maha Kuasa. Sebuah pertanyaan bagi kita, dasar apa penghambaan kita pada Allah. Itulah tema yang diangkat pemateri MSG pagi ini.

“Perenungan ini mulailah dari kita sendiri…” kata pemateri. Sebenarnya untuk apa kita sholat. Yang jelas, ketika masih kecil, kita selalu diajari bahkan dipaksa untuk sholat, agar setelah mati masuk surga. Masihkah kita akan sholat ketika tidak sholat bukan menjadi sebuah larangan?

Sholat itu doa, disaat sholat inilah Mustajab-nya permohonan. Satu-satunya ibadah yang langsung komunikasi dengan Allah adalah ibadah sholat. Dimana seorang hamba menyembah langsung pada Pencipta-nya. Pernahkah kita berfikir ada alasan apa dengan disyariaátkannya sholat ini? Mungkin Allah yang Maha Segalanya masih membutuhkan sholat, membutuhkan ibadah, sembah sujud hamba-Nya?

Dalam Al-Quran dsebutkan: Ketahuilah, bahwa dengan berzikir kepada Allah, hati  menjadi tenang. (Qs. Ar-Ra`du : 28). Banyak cara untuk mengingat Allah. Salah satunya dengan mendirikan sholat.

Pembaca yang budiman:

Setiap apa yang Allah perintahkan pada manusia, sebenarnya itu untuk manusia itu sendiri. Sama halnya dengan perintah sholat, diturunkannya perintah ini juga tentunya bermanfaat untuk manusia itu sendiri. Dalam Al-Quran disebutkan, Bahwa sholat itu dapat mencegah perbuatan keji dan munkar. Manusia pada umumnya tidak akan suka pada hal-hal yang keji dan munkar, karena akan mengganggu ketentraman dan kedamaian kehidupan manusia. Disisi lain ketika kita sudah mampu untuk tidak melakukan hal yang keji dan munkar berarti secara otomatis kita punya good attitude, perilaku yang baik, soft skill yang bagus. Sebagaimana kita tahu, kesuksesan seseorang hampir 80% ditentukan oleh softskill-nya. Jadi, sholat akan menguntungkan manusia itu sendiri.

Wah, kacau ya nulisnya, maklum lagi banyak kerjaan nech….

Intinya adalah perintah sholat itu untuk menciptakan manusia yang lebih baik dan berkualitas.

Kemudian, bagaimana kira-kira sholat yang akan membentuk kualitas hidup manusia sukses??? Andai Rosulullah hidup saya akan bertanya langsung kepada beliau. Akan tetapi kita saat ini hidup 16 abad setelah beliau wafat. Artinya, kita harus kembali ke Al-Quran dan Sunnah Rasul (baca-hadits).

Rosulullah bersabda: Sholatlah sebagaimana aku sholat.

 

Ok Mungkin sekian dulu ya, kita sambung lagi di pembahasan MSG selajutnya, capek neh.. semoga bermanfaat.

About Light 4 All

Berbagi untuk Bersama

Posted on May 22, 2013, in Tarian Pena. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Memberikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s