Hikmah Kematian

Kematian2

Status FB seorang teman: Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Selamat jalan kawan seperjuanganku, semoga segala amal kebaikannya diterima oleh Allah dan diampuni segala dosa-dosa.

Hendi Asrullah, seorang kawan dalam organisasi. Anak muda yang idealis. Mempunyai cara pandang yang kritis dan penalaran yang luar biasa diantara teman-teman seangkatannya. Sebenarnya dia adalah yunior dalam dikampus, namun dalam perjalanannya menjadi teman seperjuangan dalam membangun organisasi kemahasiswaan. Dia telah banyak memberikan buah pemikiran ketika dulu masih aktif. Sungguh tak menyangka kini telah dipanggil Allah. Semoga tempat terbaik yang dia dapatkan disisi-Nya. Amien.

Serasa masih kemarin ketika dia memberikan apresiasi pada saya dulu waktu ospek. Saya dinobatkan sebagai pendamping terfavorit. Hendi Asrullah mewakili teman-temannya untuk mengungkapkan pesan dan kesannya. Dia masih muda, secara akal belum cukup tua untuk meninggal dunia. Tapi, ajal akan selalu datang pada saatnya. Tidak perduli yang tua atau yang muda. Sesuai dengan firman Allah : Jika ajal mereka telah datang maka mereka tidak akan bisa menundanya dan tidak pula bisa memajukannya sesaat pun (TQS an-Nahl [16]: 61).

Pada hari yang sama (5 Mei 2014) sekitar jam 19.13 tiba-tiba ada telpon dari ketua Majelis MPI Kota, minta tolong disebarkan berita duka : Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,tlah mninggal dunia Bapak Abdullah Hasjim. Jenazah akan disolati malam ini jam 21.00 di Masjid AR FACHRUDIN UMM, dan akan dimakamkan malam ini juga di Jetak Oma Kampus. Subhanallah, beliau adalah seorang dai yang kokoh mempertahankan akidah. Berjuang demi kemaslahatan umat. Saat ini juga telah dipanggil oleh Allah. Semoga Allah menghadiahkan tempat terindah disisi-Nya.

Kawan, kematian adalah sesuatu yang pasti untuk kita semua. Sembunyi kolong langit sekalipun jika dia sudah datang kita tidak dapat menghindarinya. Sebagian orang bilang kematian itu bagaikan rasa kantuk. Jika kelelahan menghampiri setelah beraktifitas tentu rasa kantuk dan capek tidak tertahankan lagi, saat yang paling nikmat adalah tidur. Seperti itulah kematian itu bagi kita yang sudah siap menghadapainya, ia akan terasa nikmat dan indah. Ada yang orang yang ingin terus hidup, merasa takut dengan kematian. Ada juga yang sudah bosan dengan kehidupan ini sehingga dia lebih memilih mengakhiri hidupnya dengan cara yang dilarang oleh Allah. Apakah tidak lebih baik jika kita mempersiapkan bekal sebanyak-banyak untuk menghadapai kematian itu, sehingga ketika dia datang menjemput kita sudah siap?

Kematian adalah pintu masuk menuju alam selanjutnya. Yakni alam barzah. Orang yang mati akan menunggu datangnya hari kiamat dialam barzah atau alam kubur. Seperti halnya dunia dialam barzah ini adalah kehidupan yang baik dan tidak baik, ada kehidupan enak dan tidak enak. Tergantung bekal apa yang telah dipersiapkan ketika dia masih hidup dunia. Semua amal sudah putus. Penyesalan tidak ada artinya. Pintu taubat telah tertutup. Hanya ada tiga amal yang dapat diharapkan yakni Amal Jariyah, Ilmu yang bermanfaat dan Anak Sholeh yang mendoakan orang tuanya. Itulah amal yang senantiasa akan terus mengalir walaupun kita sudah berada di alam kubur. Alangkah malangnya nasib orang yang semasa hidupnya menumpuk harta tanpa mempersiapkan kehidupan akheratnya. Alangkah nistanya dia ternyata harta yang dia kumpulkan semasa hidup itu menjadi rebutan ahli warisnya. Alangkah sengsaranya dia anak-anak yang diharapakan mendoakan ternyata sibuk dengan harta waris tanpa memperdulikan nasibnya di alam kubur, naudzubillah. Kawan, harta kita sebenarnya adalah harta yang telah kita gunakan untuk amal kebaikan. Sekaya apapun kita jika kekayaan itu tidak dipergunakan untuk amal kebaikan maka sebenarnya bukanlah kekayaan.

Semoga kita termasuk orang-orang yang cukup mempunyai bekal untuk menghadapi kematian. Sehingga kita termasuk golongan hamba yang dikasihi-Nya.

About Light 4 All

Berbagi untuk Bersama

Posted on April 5, 2014, in Dialektika, Perjalanan Pagi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Memberikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s