Kita yang Semu

Sebaimana kita ketahui bersama bahwa apapun persepsi dan cara pandang terhadap dunia ini semua hanya-lah informasi yang dihimpun oleh otak melalui input yang diberikan oleh panca indra kita. Yakni Indra rasa, indra sentuh, indra cium, indra dengar dan indra lihat. Semua sikap dan pengethuan kita tentang dunia ini, alam materi ini melalui keliama indra tersebut. Yang selanjutnya dikirimkan keotak. Diotak inilah diracik semua pengetahuan kita tentang alam materi ini.

Jadi secara tidak langsung kita hanya ditipu oleh otak kita sendiri.
Sedang otak yang menjadi sumber informasi itu tempatnya tepat di kepala bagian belakang.

Pengetahuan kita tentang dunia ini hanyalah serangkaian informasi yang diberikan oleh panca indra yang di ramu oleh otak.

—–

Dalam al-Qur’an Allah menegaskan bahwa: Allah lebih dekat dengan urat nasdi kita.
Apa yang kita ketahui tentang makna “dekat” disini? Akankah dekat itu kita maknai sebagai sesuatu di depan kita?

Sesuatu yang begantung pada ruang dan waktu sangatlah relatif. Kalau diatas makna dekat kita artikan sebagai sesuatu yang membutuhkan ruang dan waktu, bagaimana kita melihat, meraba atau mencium Allah. Pernahkah kita lakukan itu? Ternyata tidak pernah. jangankan kita yang manusia biasa Nabi Musa sekalipun pingsan ketika Allah tampak dihadapannya.

Makna dekat disini bukanlah dekat sebagaimana sesuatu yang berhubungan dengan ruang dan waktu. Akan tetapi yang dekat adalah ruh dan jiwa kita. karena itulah esensi kita sebebanrnya.
Sebagaimana yang telah saya terangkan di bagian 1. Bahwasanya segala yang tampak dan yang kita kenal di dunia hampa adanya.

Tidaklah salah ketika Allah menjelaskan bahwa: Tiadalah kehidupan dunia itu melainkan tipu daya belaka…”

—-

Apa yang kita banggakan dengan diri kita ini? Tangan ini milik Allah. Indah wajah ini milik Allah semuanya milik Allah.
MArilah luangkan waktu sejenak untuk berfikir dan merenungi siapa sebenarnya diri kita ini. Menurut Imam Al-Ghazali: “Barang siapa yang kenal dirinya dia akan kenal Tuhan-nya”.
Kita dulu dilahirkan kedunia oleh ibunda kita, selanjutnya besar seiring dengan bertambahnya usia. Hingga akhirnya kita menjadi seperti sekarang ini.
Ada beberapa hal yang perlu kita renungkan bersama sebelum pembahasan lebih lanjut:

Dari dulu hingga sekarang kita hidup didunia ini karena makan. Darimanakah makanan kita, orang tua. Dari manakah orang tua kita mendapatkan makanan itu. Membeli bahan makanan di pasar. Dari manakah asal muasal bahan makanan yang di pasar itu? dari cocok tanam para petani. ternyata semuanya dari tanah. Siapakah yang mempunyai tanah (bumi) ini. Dia-lah Allah SWT.
Setiap saat kita bernafas, kita harus bersyukur masih bisa bernafas dengan normal. Daptkah kita bayangkan kita berhenti setengah jam saja untuk tidak bernafas? Apa kira-kira yang akan terjadi pada diri kita? Atau kita bernafas dengan bantuan oksigen, berapa oksigen yang harus kita beli setiap detiknya. Dengan nafas kita yang normal ini saja kita jarang bersyukur. Dan siapakah yang dengan penuh kasih sayang memberikan nafas ini dengan gratis. Dialah Allah SWT.
Mata, dengan mata kita bisa memandang dunia. Bisa menikamati indahnya bunga-bunga indah bermekaran, bisa menikmati senja dikala matahari beranjak keperaduannya. Seandainya setengah jam saja kita tidak bisa melihat apa yang akan terjadi pada diri kita. Milik siapakah mata itu. Dia-lah Allah yang Dzat yang mempunyai segala hal di bumi dan di langit ini.
Dan masih banyak lagi hal-hal yang bisa menjadi reningan buat kita bersama.

Semoga Bermanfaat.

About Light 4 All

Berbagi untuk Bersama

Posted on April 12, 2014, in Dialektika, Inspirasi Kita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Memberikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s