Hidup itu Penuh Warna

Seorang teman lama berkunjung setelah 7 tahun kami tidak lagi bersama-sama sebagai mahasiswa. Ada banyak cerita hidup dari A-Z. Cerita bagaimana awal-awal membangun rumah tangga. Menyamakan persepsi dari 2 kultur yang yang berbeda. Salah-satu cerita yang hampir sama dengan ceritanya dengan waktu masih jadi mahasiswa dulu adalah dishamonisasi dia dengan kedua orang tua. Sebenarnya dia dari keluarga berada, hampir tidak pernah kekurangan uang. Tapi seringnya berbeda pandangan dengan orang tua membuat dia selalu mengeluh, yah pusing begitulah.

Pada saat pernikahannya umur 4 tahun sebuah rumah besar dibangun untuknya. Rumah berukuran 15×7, rumah relatif besar. Dengan kamar 3×4 dan tinggi tembok 4 m. Karena rumah itu menurutnya terlalu besar dia sering komplain. Dengan dalih terlalu besar, perawatan ribet dan lain sebagaimnya. Saat dia asyik cerita saya ingat beberapa teman saya yang justru bingung karena tidak punya rumah. Malah ada yang sudah kepala 4 dan punya anak 3 tidak juga dikarunia rumah, tepatnya masih ngontrak. Sementara dia yang tinggal merawat saja, segala sesuatunya sudah dipersiapkan masih saja tidak puas.

Kepuasan seseorang ternyata tidak terletak pada keterpenuhan dalam materi. Masih banyak komponen kepuasan non-materi. Dia contohnya, saat kondisi sandang papan dan pangan sudah terpenuhi semua dia masih butuh peng-orangan dari orang tuanya. Dia tidak mau semua diatur, dia tidak mau dianggap anak kecil dan ingin semua di desain sendiri. Hanya itu dari dulu yang menjadi alasan utama disharmonisasinya dengan orang tua.

Shobat, Allah memberi pelajaran hidup semua hamba-Nya dari masalah yang ada dalam hidup ini. Ketika orang hidup didunia masalah sudah menjadi satu paket dengannya. Justru dengan adanya masalah tersebut biasanya seseorang lebih bijak dan arif dalam menjalani kehidupan. Kekurangan materi bukan satu-satunya masalah, masih banyak lain masalah non-materi yang mungkin bebannya sama. Allah akan menberi cobaan pada hamba-Nya sesuai dengan kondisi. Tidak semua orang punya masalah yang sama walaupun mungkin efek bebannya sama.

Ya Allah agurahilah kami kekuatan untuk menjalankan perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu.

About Light 4 All

Berbagi untuk Bersama

Posted on August 11, 2014, in Inspirasi Kita, Tarian Pena. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Memberikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s