UN Online – Solusi Cerdas

Tahun 2015 Ujian Nasional (UN) diadakan secara online. Sekolah penyelenggara menyediakan seperangkat jaringan client-server sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Server lokal dijadikan Database yang akan sinkron dengan dabatase pusat. Entah sistem manajemennya gimana?. Apakah server lokal menyediakan seperangkat soal (bank soal) yang nanti diacak dan kode soal sekaligus jawabannya dikirim server pusat. Atau server lokal hanya sekedar mengatur sistem keamanan(sekuriti jaringan) selama pelaksanaan ujian. Hal ini belum pasti karena sampai saat belum ada bimbingan teknisa dari Diknas Pusat.

Jika UN dilakukan secara Online ini maka menghemat dana sebesar 50% dari pelaksanaan UN manual. Tidak ada kertas soal, LJK dan kebutuhan pengawas lebih sedikit. UN manual terlalu ribet, mulai dari pendistribusian soal dengan pengawalan berjenjang, dari pusat ke propensi, kabupaten kota dan selanjutnya didistribusikan ke sub rayon, terahir ke sekolah bersangkutan. Dalam pendistribusian ini membutuhkan banyak resource mulai dari pemerintah sebagai penyelenggara, pihak kepolisian dan sekolah. Tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi perangkat yang dibutuhkan selama ujian dimulai. Kertas soal, LJUN amplop dan biaya percetakan yang tidak sedikit. Setelah satu mata pelajaran selesai akan diribetkkan lagi dengan scanner nilai. Dikawal lagi seperti awal pendistribusiannya. Ruwet dan Ribet!

Bagaimana Jika terjadi kebocoran soal, siswa sekarang sudah melek IT?

Ketika Dinas Pendidikan sudah sepakat menyelenggaran Ujian Nasional online tentunya dengan sistem yang dibuat seideal mungkin. Termasuk antisipasi atas kebocoran soal. Selain soal diberikan secara acak, masing-masing peserta ujian akan di validasi menggunakan no peserta ujian dan mac address komputer yang digunakan. Jadi kemungkinan ada kecurangan sangat kecil. Apalagi jaringan client-servernya di bentengi denggan router, wah lebih rapat tentunya.

Bagaimana dengan sekolah yang belum siap infrastrukturnya?

Di lingkungan SMK (selain SMK saya ga tahu hehe) sudah ada sekolah Rujukan Nasional yang wajib ikut sistem ini. Sedangkan sekolah non-rujukan bisa menyelenggarakan sendiri jika cukup syarat atau ikut di sekolah rujukan. Sekolah aliansi (non-rujukan) tetap akan terfasilitasi walaupun tidak memiliki infrastruktur UN online.

About Light 4 All

Berbagi untuk Bersama

Posted on January 10, 2015, in Inspirasi Kita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Memberikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s