Live From France (17) Keranjingan Membaca dan Minum Kopi

Ketika Pak Bagiono tanya bagaimana kebiasaan orang Prancis agar anaknya gemar membaca? Erick menjawab salah satu cara yang paling mujarrab adalah berdongeng. Orang tua tidak perlu mengarang sendiri atau menghafal banyak kisah atau dongeng, ada 365 jenis dongeng tersedia di buku. Dan saat yang paling tepat ketika menjelang tidur sambil meninabobokkan mereka.

Lebih lanjut Pak Bagiono cerita tentang gerakan gemar membaca yang digagas oleh Tri Risma Harini, walikota Surabaya yang kebetulan saat ini sedang berada di Paris. Untuk bahan bacaan/ buku di Prancis harganya sangat terjangkau (tidak menggunakan kata murah karena harganya sebenarnya mahal, Cuma karena pendapatan orang Prancis relative lebih tinggi dibanding di Indonesia maka kata ‘terjangkau’ lebih tepat digunakan.

Itulah topic menarik perbincangan kami ketika menyambut kedatangan Pak Bagiono. Mantan atase pendidikan di Kedutaan RI untuk Prancis ini sudah tiba di Marsaille pada tanggal 10 Mei (20 hari sebelum ke Aglesqueville, tempat kami tinggal selama training). Dengan beberapa agenda termasuk mengahdiri undangan Duta Besar RI untuk Spanyol dan rendes vouz dengan teman-temannya selama mengenyam pendidikan di Marsaille.

Tidak mau ketinggalan dengan hangatnya suasana bincang santai, Erick menyebutkan beberapa kebiasaan kami selama di rumahnya. Ketika dia menyebut kata Bambang, dia menyebutkan bunyi lonceng gereja yang mirip dengan kata Bambang: Bam Bam…! Serentak kami ketawa mengenang itu. Karena diawal perkenalan pun untuk lebih mudah mengingat dia gunakan perumpamaan itu.

Kemudian Pak Bagiono bercerita tentang pengalamannya selama kuliah di Marsaille, dia merasa beruntung karena selama tinggal disana menjadi satu-satunya mahasiswa asal Indonesia. Sehingga dengan sendirinya harus mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Kalau tidak, dia akan terasing. Oleh karena itu disaat sekian banyak mahasiswa menghabiskan  waktunya untuk berdansa dan minum kopi di bar, dia harus latihan membaca dan menulis. Karena bahasa Prancis beda antara tulisan dan pronounciation-nya.

Jika dalam bahasa ada beberapa kata yang disebut Samai (Arab), Irreguler verb (Inggris) dalam bahasa Prancis pun sama. Bedanya, bahasa Prancis lebih banyak Irreguler verb-nya dibanding regular verb-nya. Walaupun demikian Pak Bagiono selalu menyarankan untuk selalu belajar Bahasa Prancis walaupun kami kelak sudah pulang ke Indonesia. Hal itu penting untuk lebih jauh mengenal dan mempelajari budaya suatu bangsa.

Tiba-tiba Sofi (istri Erick) datang membawa beberapa buku yang biasa dia baca untuk anaknya sewaktu kecil. Disalah satu buku ukuran A4 dan cetakannya lux, ada sebuah cerita bergambar yang di tengah-tengahnya ukuran halamannya dipisah menjadi setengah A4. Ada 2 pilihan disitu: Pertama, si pembaca memilih setengah lembaran diatas yang ujung ceritanya Happy Ending. Atau setengah lembaran yang dibawah jika menginginkan cerita Sad Ending. Seolah ingin mengajarkan kreatifitas seorang anak didik dari sejak awal usianya.

Dalam kesempatan yang sama Pak Bagiono juga bercerita bagaimana awalnya berhenti merokok. Ternyata menurut dia, merokok juga berpengaruh terhadap kesehatan mata. Sambil membuka kacamata, Pak Bagiono menutup sebelah matanya, yang terlihat hanya sebagian saja sedangkan sebagian yang lain tampak gelap. Dulu waktu periksa  mata di Indonesia, sang  dokter menyarankan berhenti merokok setelah tanpa sengaja melihat bungkusan rokok di sakunya.

Karena di Rumah Sakit Dokter yang pertama tidak cukup alat untuk menyembuhkan sakit mata itu, akhirnya dipilihlah rumah sakit lain yang lebih canggih. Dan kebetulan kejadian yang sama terulang lagi, rokok disaku kelihatan sang dokter, dan saran yang sama untuk berhenti merokok dia dengar lagi. Dua dokter di rumah sakit yang berbeda dan dalam waktu yang tidak bersamaan dokter punya saran yang sama untuk menyembuhkan penyakit mata itu.

Ternyata efek negative rokok bukan hanya buruk untuk paru-paru, jantung, kanker dan penyakit kronis lainnya. Dan mungkin masih banyak akibat buruk lainnya karena kebiasaan merokok, sejak itulah Pak Bagiono bertekad untuk berhenti merokok.

Tidak mau kalah dengan cerita itu, Erick juga menimpali bahwa dia suatu saat ke dokter dan menyarankan dia untuk berhenti merokok. Alhasil sampai saat ini dia sudah menjadikan rokok sebagai musuh beratnya. Karena kebiasaan itu merupakan pola hidup yang kurang baik. Anehnya, saat sang dokter menyarankan berhenti merokok ternyata didalam sakunya terselip sebungkus rokok. Gerrrrrrrr….! Serentak kami ketawa mendengar cerita itu.

Mendengar cerita diatas akhirnya kami benar-benar sadar bahwa merokok itu sangat tidak baik untuk kesehatan, dan juga menggunakan uang dengan cara yang salah ketika membeli rokok. Kesadaran semacam ini sudah terimplementasi dalam undang-undang di Prancis. Salah satunya dalah larangan menjual rokok di sembarang tempat. Rokok hanya tersedia di tempat khusus, namanya Tabac. Dan larangan merokok pun ada dimana-mana terutama ditempat umum: Defense de Fumer, Lycee sans Tabac dan banyak lagi lainnya.

Jika di Indonesia terdapat gambar-gambar penyakit di bungkus rokok, di Prancis tidak ada gambar besar semacam itu. Hanya ada kotak kecil di pojok kiri bawah ukuran 1 cm, disana terdapat gambar kaki dengan nomor digantung: Kaki mayat.

Kebiasaan lain kebanyakan orang Prancis adalah minum kopi tanpa gula: Coffe sans Sucre. Karena gula juga berperan penting memacu timbulnya penyakit diabetes. Dan Pak Bagiono salah seorang yang membiasakan itu hingga saat ini. Cerita minum kopi ini juga punya kesan tersendiri (bersambung).

About Light 4 All

Berbagi untuk Bersama

Posted on August 27, 2015, in Perjalanan ke Perancis. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Memberikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s