Live from France (3) Ke Paris

JAKARTA – Jam 20.00 kami sudah dijemput menuju bandara, terlalu cepat penjemputanya karena take off dari Surabaya menuju Abu Dhabi jam 01.30 dan harus boarding 2 jam sebelumnya. Berarti paling lambat kami harus sampai ke Bandara paling lambat sekitar jam 23.30. Tapi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan kami berangkat lebih awal.

Menurut jadwal dari tiket yang kami terima, kami menggunakan Pesawat Etihad dari Jakarta tidak langsung ke Prancis, tapi transit dulu di Abu Dhabi. Ternyata tidak ada pesawat yang langsung dari Indonesia ke Eropa. Harus transit dulu ke Singapura atau ke Dubai, tergantung pesawat yang ditumpangi.

Etihad Airways merupakan maskapai penerbangan nasional Uni Emirat Arab, Abu Dhabi yang dikenal sebagai salah satu “permata dari Teluk Persia”, mengalami kemajuan yang signifikan sejak ditemukannya minyak pada tahun 1958 dan kini dianggap sebagai salah satu negara terkaya di dunia dalam sumber daya alam dan membuat pemerintah UEA bersama investor swasta asing membentuk suatu kesatuan perusahaan transportasi udara yang bernama Etihad (Persatuan) yang berdiri pada bulan Juli 2003 dan kini Etihad dikenal sebagai salah satu maskapai paling berpengaruh dan memiliki penghargaan yang banyak setelah 10 tahun berdiri[1].

Ada hal menarik kami temui di bandara, ada anak kecil berumur sekitar 4 tahunan bersama Ibu dan Bapaknya. Entah alasan apa barang-barang mereka tidak diletakkan di bagasi, aka tetapi di pecah-pecah dalam koper ukuran kecil. Akhirnya jumlahnya menjadi banyak. Dan si anak tadi juga kebagian membawa 1 koper kecil. Walaupun kopernya kecil akan tetapi kelihatan sedikit aneh jika dia menenteng koper itu sendiri.

Biasanya, anak sekecil itu masih banyak tergantung pada orang tua. Kemana-mana harus diantar Ibunya, jalan masih adak gugup dan takut. Tapi dia, begitu tenang dan pedenya dikerumunan banyak orang berjalan santai menenteng koper.

Pesawat kami sudah datang dan semua passenger (penumpang) dipersilahkan naik. Suasananya terlihat beda tentunya. Jika biasanya pesawat yang kami tumpangi dari Surabaya – Jakarta atau Malang – Jakarta di deminasi oleh wajah-wajah asia, kali ini tidak. Termasuk para pramugari-pun kebanyakan dari Arab dan Eropa dan hanya 1 dari Indonesia.

Jadi setiap pengumuman, pemberitahuan atau apapun bentuk komunikasi dengan passenger dalam bentuk Arab dan Inggris hanya 1 x saja menggunakan bahasa Indonesia ketika pesawat mau take off. Jadi penasaran mana pramugari yang dari Indonesia?

Tidak lama kemudian ada pemberitahuan agar semua passenger memakai dan mengencangkan ikat pinggang. Pesawat akan take off. Kelihatannya tidak selincah pesawat domestic karena ukurannya lebih besar.

About Light 4 All

Berbagi untuk Bersama

Posted on August 28, 2015, in Perjalanan ke Perancis. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Memberikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s