Live from France (4) Bandara Paris-Charles de Gaulle

PARIS – Berada diketinggian 38000 feet / 11582 m tentunya terasa sangat dingin sekali. Untungnya kami berada dalam pesawat yang tentunya dengan suhu yang telah disesuaikan. Sudah mulai terlihat perbedaan waktu dengan Indonesia. Di Abu Dhabi ada selisih 3 jam dengan Indonesia. Ketika kami mendarat di International Air Port di Abu Dhabi jam 07.00 waktu setempat saya lihat jam tangan yang kebetulan masih disetting jam Indonesia sudah menunjukkan

jam 10.00 pagi menjelang siang.

8 jam duduk dengan posisi terbatas ternyata sangat tidak menyenangkan. Apalagi dengan udara yang lebih dingin dari hari-hari biasa, seluruh persendian badan serasa kaku dan pegal-pegal. Sesekali pesawat terasa seperti melalui jalan berlubang ketika bersentuhan dengan awan.

Tidak lama kemudian sampailah di Bandara Paris-Charles de Gaulle, sebuah bandara yang begitu luas dan megah. Dipintu keluar kembali diperiksa oleh bagian imigrasi Prancis. Ditanya beberapa hal tentang maksud dan tujuannya dating ke Prancis. Apresiasi berbeda tampak ketika tahu kami adalah rombongan guru. Terlihat dari caranya bertanya dan bersikap. Seolah-olah lebih respect.

Bandar Udara Paris-Charles de Gaulle (IATA: CDG, ICAO: LFPG) (bahasa Perancis: Aéroport Paris-Charles de Gaulle), juga dikenal sebagai Bandar Udara Roissy (atau hanya Roissy dalam bahasa Perancis), di Paris, adalah salah satu pusat penerbangan utama dunia, juga bandar udara internasional utama Perancis. Diberi nama setelah Charles de Gaulle (1890-1970), pemimpin Pasukan Perancis Merdeka dan pendiri Republik Kelima Perancis. Terletak di beberapa bagian komune, termasuk Roissy, 25 km di timurlaut Paris[1].

Tahun 2007, Bandar Udara Charles de Gaulle menempati peringkat pertama dalam pergerakan pesawat di Eropa dengan 552.721 pendaratan dan lepas landas[1], di atas Frankfurt (492.569) dan Madrid (483.284). Menruut lalu lintas kargo, Bandar Udara Charles de Gaulle juga nomor satu di Eropa dengan 2.297.896 ton (2.532.970 ton AS)[2], di atas Frankfurt (2.169.025 ton), dan Bandar Udara Internasional Schiphol, (1.651.385 ton) dan Heathrow (1.395.909 ton). Menurut lalu lintas penumpang, Bandar Udara Charles de Gaulle menempati peringkat kedua di Eropa dengan 59.919.383 penumpang [3], di bawah Bandar Udara Internasional London Heathrow (68.068.554), dan di atas Frankfurt (54.161.856) dan Madrid (52.143.275).

Yang menarik adalah ketertiban selama proses pemeriksaan. Begitu tertib dan teratur, tapi biasanya tetap mengutamakan wanita hamil dan anak kecil. Ada garis batas sekitar 1 meter dari pemeriksaan. Tidak ada yang boleh melintasi garis itu kecuali orang didepannya sudah selesai.

Suasana lengang dan sepi. Tidak terlihat pengemis berkeliaran. Tidak ada pedagang asongan, orang jualan dipinggir jalan. Mobil berjejer rapi ditempat parkir tapi tidak tukang parkirnya.  Jadi tidak pembagian dan jual beli parker seperti di Indonesia. Mobil begitu masuk ambil kartu kemudian ketika keluar membayar menggunakan kartu, pembayaran harus valid dan pake kartu (card/ ATM). Jika pembayarannya tidak sesuai/ valid maka palang pintu tidak terbuka. Artinya mobil tidak bias keluar.

About Light 4 All

Berbagi untuk Bersama

Posted on August 28, 2015, in Perjalanan ke Perancis. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Memberikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s