Live from France (5) Map for Public Area

PARIS – Keluar dari bandara langsung menuju tol/ High Way. Lagi-lagi setiap pembayaran menggunakan kartu. Baik di pos penjaga atau pembayaran dengan mesin. Kecepatan maksimal di 130 km/ jam. Lalu-lintasnya tidak sepadat di Indonesia.

Mobil melaju lurus ke arah Rouen[i]. Rouen (pengucapan bahasa Perancis: [ʁwɑ̃]), merupakan kota yang terletak di Perancis bagian utara. Penduduknya berjumlah 105.000 jiwa (2005). Di sini juga adalah

tempat di mana Jeanne d’Arc meninggal.

Jadi teringat film 99 Cahaya di Langit Eropa. Film yang diinspirasi dari Novel Hanum Rais ini menjelaskan banyak peninggalan Islam di Negara-negara Eropa. Salah-satunya adalah Arc de Triomphe[ii] merupakan salah satu monumen paling terkenal di kota Paris yang menjadi latar belakang ansambel perkotaan di Paris. Terletak di bukit Chaillot yang tepat berada di tengah konfigurasi persimpangan jalan raya berbentuk bintang lima.

Pembangunan monumen ini telah direncanakan sejak 1806 oleh Napoleon setelah kemenangannya di Pertempuran Austerlitz. Proses penyelesaian konstruksi fondasi dasar monumen ini memakan waktu selama 2 tahun pengerjaan, dan ketika Napoleon memasuki kota Paris dari barat bersama Archduchess Marie-Louise dari Austria pada tahun 1810, ia sudah bisa melihat monumen ini terbentuk dr kontruksi kayunya.

Arsitek dari monumen ini, Jean Chalgrin meninggal pada tahun 1811. Pengerjaan pembangunan monumen ini dilanjutkan oleh Jean-Nicolas Huyot. Selama masa restorasi Bourbon di Perancis, pembangunan monumen ini sempat dihentikan dan tidak dilanjutkan sama sekali sampai masa pemerintahan Raja Louis-Philippe pada tahun 1833-36.

Jalan lurus/ High way di bawah Menara ini bila ditarik lurus katanya menuju Ka’bah (wallahua’lam). Menjadi salah-satu alasan klaim muslim pada diri Napolean setelah dia menaklukkan Mesir.

Perjalanan kami dari bandara sudah sekitar 1,5 jam. Tapi masih juga belum sampai tujuan. Sementara kecepatan masih sekitar 130 km/ jam. Kemudian kami Tanya mengapa kecepatannya tidak ditambah: Mengingat jalanan sepi, mobilnya juga memungkinkan diatas kecepatan 140 km/ Jam. Dengan tersenyum teman kami Vincent yang sekaligus sebagai Driver berkata: “Kecepatan tidak boleh diatas 130 km/ jam. Lihat itu…”. Katanya sambil menunjuk kamera. Ternyata setiap kecepatan kendaraan di jalan ini dikontrol oleh kamera yang terintegrasi dengan pos penjagaan polisi.

Rouen masih sekitar 1 jam lagi. Kami mampir si rest area, masih di sekita Haute-Normandie. Minum kopi, teh dan makan kue-kue yang dibawakan oleh Catherine Lemonnaire salah-satu teman kami yang sempat tinggal di Indonesia selama 1 bulan.

Anginnya sangat kencang dan berpasir. Kata Catherine cuaca di Normandie tidak menentu. Kadang dingin, kadang tiba-tiba bersalju. Jika saat salju turun aktifitas bias lumpuh total. Karena semua jalan tertutup oleh salju, diperkuat lagi dengan hembusan angin yang kencang. Sehingga salju bisa terbang kemana-mana.

Dengan menggebu-gebu Catherine bercerita, saat salju turun orang-orang berkumpul di suatu bangunan yang khusus dan kuat menahan salju. Bagi mereka yang kebetulan di Lycee (SMK) mereka menetap diisana sampai salju reda.

Disalah-satu pojok jalan ada papan nama penunjuk arah, istimewanya dipapan lengkap dengan peta wilayah terdekat. Seorang teman dari Batam Pak Junaidi nyeletuk: “Kayaknya lebih tenang disini deh saya dari pada di Malang…”. Maksudnya dia tidak terlalu kuatir jika sewaktu-waktu harus bepergian sendiri di Prancis, karena setiap public area sudah tersedia map.

About Light 4 All

Berbagi untuk Bersama

Posted on August 28, 2015, in Perjalanan ke Perancis. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Memberikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s