Live from France (1) Keberangkatan

Tepat jam 02.00 dini hari kami sudah dijemput travel menuju Bandara Juanda Surabaya. Sebenarnya penjemputan itu terlalu pagi tapi untuk mengantisipasi kemacetan dan lain-lain akhirnya jadwal penjemputannya dimajukan, karena pesawat yang akan membawa kami ke Jakarta Take off jam 06.00.

Penjemputan pertama dari Gadang (Kota Malang sebelah selatan) kemudian ke daerah tunggul wulung (Kota Malang bagian barat), lurus ke tengah ke arah Polowijen (suatu tempat di dekat terminal Arjosari, disana terdapat sumur peninggalan Empu Purwa, ayahandanya Kendedes, Ibunda para raja pulau Jawa).

Kemudian, travel meluncur kearah utara menuju perumahan Banjar Arum, agak masuk sedikit sampai sopirnya kebingungan dan penjemputan terakhir di Perumahan Mondoroko Singosari. Kelihatannya semua masih dalam kondisi ngantuk. Suasana yang biasanya rame dengan canda tawa terasa senyap, hanya sesekali bicara setelah itu hening lagi.

Pagi ini hari Rabu tanggal 15 April 2015, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim kami tim yang berjumlah 6 orang akan berangkat ke Prancis dalam rangka hubungan kerjasama dibidang pendidikan. Sebelumnya Dit. PSMK mengadakan seleksi selama 1 bulan, mendatangkan instruktur langsung dari Prancis Catherine Lemonnier namanya. Setelah melalui beberapa tahapan proses ditunjuklah 6 orang ini sebagai perwakilan pertama yang akan berangkat ke negeri Napoleon itu.

Tiba di bandara jam 05.30 setelah boarding dan shalat subuh kami langsung menuju Gate A menunggu pesawat yang akan membawa kami ke Jakarta. Berharap tidak ada delay pagi ini, mengingat kami harus sudah di kedutaan Prancis sebelum jam 09.00 untuk menyerahkan berkas Visa. Sebelum berangkat kami selalu komunikasi dengan Pak Hendra dari PSMK dan Bu Karita Astri Moulia di Kedutaan Prancis.

Tidak lama kemudian pesawat datang dan kami langsung naik. Dari tadi perut protes minta haknya. Kapan diisi dengan sesuap dua suap nasi. Kami bohongi terus dengan roti dan air putih agar tidak bermasalah nanti diatasat.

Karena booking tiketnya terlambat akhirnya kami mendapat tempat dipaling belakang sendiri dekat kamar mandi. Bisa dibayangkan serunya suasana disana. Deru baling-baling pesawat bercampur sedikit aroma WC yang tidak sedap. Tapi kami tetap bersyukur tidak ada delay di pesawat. Dalam hati selalu berharap semoga saat terbang ke Prancis nanti mendapatkan pesawat yang jauh lebih baik.

Jam 07.30 kami tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sebagian teman langsung menuju ruang ganti untuk merapikan diri. Terlihat ada beberapa orang berjalan tergesa-gesa. Tapi ada juga sambil canda tawa berjalan santai sambil mendorong kopernya. Itulah warna-warni kehidupan pagi ini.

Agar lebih irit kami tidak menggunakan Taxi dari Bandara ke Kedutaan Prancis, tapi sewa 1 mobil innova. Katanya sih lebih irit, penulis sendiri tidak tahu nominalnya berapa karena sudah ada teman yang khusus mengurusi transportasi.

Setibanya di Kedutaan Prancis kami lihat bangunannya masih baru. Kayaknya habis renovasi. Di pintu masuk sudah siaga beberapa orang penjaga. Ada yang standby di dalam ruangan full kaca. Ada yang wira-wiri berjalan sambil memegang Metal Protector. Sementara dipintu masuk sebelah kanan sudah menanti seorang penjaga yang akan memeriksa tas dan koper yang kami bawa.

Pertama kami diminta menyerahkan HP dan KTP. Tentunya identitas itu yang akan dijadikan acuan pelacakan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena tas dan koper yang kami bawa besar-besar (maklumlah kan mau tinggal di Prancis berbulan-bulan) yang awalnya akan dibuka satu persatu akhirnya diputuskan untuk tidak dibawa masuk tapi dititipkan di Penjaga.

Awalnya kami agak sedikit rishi karena harus digeledah sana-sini. Tapi kami juga sadar itu sebuah tindakan preventif agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Prosesnya begitu cepat, karena sebelumnya kami sudah kirimkan berkas dalam bentuk soft copy. Jadi di Kedutaan hanya mencocokkan dengan aslinya. Setelah itu kami dipanggili satu persatu untuk di photo, scan sidik jari dan wawancara. Agar bisa mengemudi di Prancis, kami diminta FC SIM A untuk diterjemahkan pihak tersumpah.

Setelah semua beres, kami langsung meluncur ke Hotel Puri Denpasar di Jl. Denpasar Selatan No. 1 Kuningan. Di hotel ini kami akan tinggal beberapa hari menunggu keluarnya visa untuk berangkat ke Prancis 3 hari kemudian.

Dalam benak sudah terbayang, istirahat sepuas-puasnya di kasur yang empuk. Melepaskan kepenatan selama perjalanan. Maklum selama perjalanan kami harus membawa tas, koper besar dan bawaan lainnya. Tapi sekitar jam 16.00 ada informasi dari Dit. PSMK bahwa ada briefing keberangkatan jam 19.30 di Hotel Amaroosa.

About Light 4 All

Berbagi untuk Bersama

Posted on August 29, 2015, in Perjalanan ke Perancis and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Memberikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s