Perjalanan Pagi

Kabut masih bergelayut, pandangan mata seringkali kabur terhalang aroma dingin. Dijalan masih satu dua kendaraan yang ada. Andi buka pintu, ngeluarin sepeda. Wah anaknya sudah bangun. Melihat wajahnya yang masih polos menambah semangatnya berangkat kerja. Anakku jadilah anak sholehah yang membawa kedamaian pada orang tuamu, keluargamu dan bangsamu. Anak adalah titipan, sejauhmana kita mampu merawat dan mendidik titipan itu, disitulah kualitas nilai ibadah kita ditentukan. Ya Allah semoga Engkau menganugerahiku kekuatan iman, sehingga mampu membimbing keluargaku lurus menghadap-Mu…

Seperti biasa Andi berusaha berangkat dari rumah sebelum jam 06.00. Sebenarnya bukan karena ingin mendapatkan nilai raport A atau dinilai bagus oleh atasan. Alasannya sederhana, biar tidak macet, biar lebih nyantai. Dan semoga dia dianugerahi niat beribadah. Jika seandainya ada nilai bagus dimata manusia itu hanya bonus saja. Hehehe… kayak sudah ikhlas gt ya🙂

Memang biasanya, setiap bangun pagi sudah terbayang seharian ditempat kerja. Berangkat jam 06.00 pulang jam 18.00. Kalo orang Madura bilang “Temmu Poncah”. Ketemu ujung. Maksud dari ujung pagi samapi ujung malam. Akhirnya, males, bosan, capek datang membayang. Tapi, Andi selalu berusaha untuk menanamkan niat : Bahwa kerja itu bukan hanya mencari uang tapi jalan ibadah. Dengan begitu hatinya lebih tenang, walaupun seringkali kerjaan tidak di…., atau malah seoalah-tidak kerja. “Saya bekerja kan bukan untuk manusia, ada Allah yang tidak pernah melewatkan catatan perbuatan hamba-Nya…” Itulah kadangkala sering dia tanamkan dalam hati untuk mengobati.

Setelah melalui jalan yang berliku, wah padahal jalannya banyak yang lurus ya hehehehe. Akhirnya Andi sampai ke tempat kerja. Tempat yang tingkat kedisiplinannya tinggi. Menerapkan manajemen modern yang kerap kali dijadikan contoh bagi institusi yang lain. Tempat ini sering dijadikan tujuan Study Banding lembaga-lambaga baik dari regional Jawa Timur bahkan ada beberapa dari luar Jawa, seperti Palu, Kalimantan dan provinsi lain di Indonesia.  Secara tidak sengaja lembaga ini telah mendidik manusia-manusia yang istiqomah, tepat waktu dan disiplin.

Begitu sampai di pintu gerbang disambut senyum sapa satpam. Walau semalaman tidak tidur, Pak Satpam masih berusaha menebarkan senyum ramah diantara rona matanya yang sudah memerah karena menahan kantuk.

Tidak lama kemudian dimulailah apel pagi tapi di lembaga ini dikenal dengan sebutan MSG (Morning Spritual Gathering), pemateri menerangkan hakekat kehidupan dunia “Kehidupan dunia itu seperti orang yang mampir untuk minum dalam perjalanannya yang panjang”. Perjalanan panjang itu adalah perjalanan kehidupan setelah dunia.

Alam Barzah, secara Lafdhi adalah dinding, dinding yang membatasi orang yang sudah mati dengan kehidupan dunia. “Jadi orang di alam kubur hanya dibatasi dinding dengan kehidupan dunia, sama halnya dengan kamar yang bersebelahan…” Beliau sambil nunjuk salah-satu ruang yang bersebelahan dengan ruang lainnya.

Untuk selanjutnya menghadapi kehidupan akherat yang sangat panjang. Tergantung seberapa banyak bekal yang dibawa ketika mampir untuk minum tadi.

Suasana MSG hening, tampaknya masing-masing orang terpaku dengan pikirannya masing-masing. Selanjutnya, pemateri membacakan ayat:

لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ إِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَـْٔخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Artinya:

Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).( QS. Al-Hijr [15] : 5)

Tidak melihat dia tua, muda. Kaya atau miskin. Laki-laki atau perempuan. Jika ajalnya sudah tiba dia tidak berbuat apa-apa kecuali menerima kematian itu.

 

Memberikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s